KUA Pademawu Menjadi Partner Pembelajaran bagi Mahasiswa UIN Madura

Pademawu, Rabu, 15 April 2026

KUA Pademawu kedatangan tamu mahasiswa dari UIN Madura fakultas Syari’ah semester enam dalam rangka konsultasi tentang Kemasjidan, Bimbingan Perkawinan dan Keluarga Sakinah.

Pada hari Senin, 13 April 2026, ada dua kelompok yang datang konsultasi. Pertama kelompok yang dikoordinatori oleh Alvin Ramadani. Kelompok ini berkonsultasi tentang kemasjidan. Kedua kelompok yang dikoordinatori oleh Roziq Roziqi yang berkonsultasi tentang Bimbingan Perkawinan dan Keluarga Sakinah. Pada hari berikutnya, Selasa, 14 April 2026 , kelompok yang dinahkodai oleh Atdis Abeba Kurtubi yang brkonsultasi tentang Bimbingan Perkawinan dan Keluarga Sakinah.

Mahasiswa disambut langsung penyuluh Agama Islam setelah mendapat mandat penugasan dari kepala KUA Pademawu, H. Abdul Wafi, S. Ag. M. Si. Pesan kepala KUA, penyuluh dimohon memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapapun yang membutuhkan.

Sebagai unsur intelektual di Kantor Urusan Agama, Penyuluh Agama Islam memberikan informasi secara gamblang terkait Kemasjidan, Bimbingan Perkawinan dan Keluarga Sakinah.

Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa kemasjidan merupakan ranah binaan Kementerian Agama yang dalam lingkup kecamatan menjadi bagian binaan KUA setempat. Salah satu bukti kepedulian KUA kepada masjid adalah adanya pelayanan penerbitan Akta Ikrar Wakaf (AIW) Masjid sebagai bentuk upaya menyelamatkan aset umat. Selain itu, KUA memberikan bimbingan dan pembinaan secara intensif kepada masjid yang memenuhi syarat menjadi nominasi masjid percontohan. KUA juga terlibat dalam kegiatan bersih-bersih masjid di wilayah kecamatan masing-masing dengan tajuk “Jum’at Berkah”.

Terkait Bimbingan Perkawinan dan Keluarga Sakinah, KUA mempunyai banyak program untuk merealisasikannya. Pertama, Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin yang dikenal dengam istilah BINWIN. Program ini diperuntukkan untuk calon pengantin yang mendaftar nikah ke Kantor Urusan Agama. Kemudian ada BRUN (Bimbingan Remaja Usia Nikah) dan BRUS ( Bimbingan Remaja Usia Sekolah), yang dalam realisasinya, KUA langsung turun mendatangi masyarakat baik di kelompok majelis taklim, remaja masjid, Dharwa Wanita, PKK, pondok pesantren, lembaga pendidikan, dan sebagainya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *