Pakong, Kantor Urusan Agama (KUA) Pakong menggelar bimbingan perkawinan dan penyuluhan bagi calon pengantin di Aula KUA Pakong pada Kamis 13 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memberikan pemahaman kepada pasangan muda, khususnya dari generasi Z, tentang pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan emosional dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Bapak Sahri dan Ibu Zulfatul Mahmudah, dengan materi bertema “Metode Penyuluhan terhadap Generasi Z.” Keduanya menyampaikan bahwa penyuluhan terhadap calon pengantin Gen Z perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, dialogis, dan menyesuaikan dengan karakter generasi yang kritis, terbuka, dan melek teknologi.
Dalam pemaparannya, Zulfa menekankan pentingnya komunikasi dua arah dalam keluarga. “Generasi Z memiliki cara pandang yang rasional dan ekspresif. Karena itu, kunci keharmonisan rumah tangga adalah kemampuan berkomunikasi dengan jujur, terbuka, namun tetap santun dan beretika,” ujarnya.
Sementara Sahri menyoroti aspek spiritual dan kesetaraan dalam membangun rumah tangga. “Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, tetapi juga kerja sama dua jiwa. Masing-masing pasangan perlu memahami peran dan tanggung jawabnya dengan saling menghormati dan saling mendukung,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, salah satu calon pengantin yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan muda mengajukan pertanyaan menarik seputar peran perempuan dalam rumah tangga modern.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala KUA Kecamatan Pakong, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya bimbingan perkawinan sebagai sarana pembinaan keluarga muda. “Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen KUA untuk menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kami berharap generasi Z mampu menjadi pelopor keluarga yang kuat di era digital,” ungkapnya.
Para calon pengantin tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Melalui penyuluhan ini, KUA Pakong berharap dapat mencetak generasi keluarga muda yang tangguh, cerdas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kesetaraan dalam kehidupan berumah tangga.
