
Pamekasan– Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis secara virtual. Pertemuan ini fokus membahas percepatan dan pengamanan aset tanah wakaf serta rumah ibadah di seluruh Jawa Timur.
Rakor yang dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Nopember 2026 ini melibatkan para pimpinan Organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta perwakilan lembaga wakaf dari berbagai organisasi masyarakat Islam (Ormas Islam) se-Jawa Timur.
📜 Komitmen Mengamankan Aset Umat
Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepastian hukum atas aset keagamaan. Beliau menyatakan bahwa sertipikasi bukan hanya masalah administrasi, tetapi juga perlindungan aset umat dari potensi sengketa dan alih fungsi.
“Tanah wakaf dan rumah ibadah adalah pilar penting kehidupan beragama. Kami di BPN siap mengerahkan sumber daya untuk mempercepat proses sertipikasi ini, khususnya melalui program prioritas seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dapat dimanfaatkan untuk tanah wakaf. Serta Penyerahan Sertifikat wakaf secara simbolis Insyallah akan dilakukan Pada 17 Desember 2026 Oleh Gubernur Jawa Timur Ibu Hj Khofifah.” Jelas Kakanwil.
🤝 Kemenag Dorong Validasi Data Nazhir
Senada, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, yang diwakili oleh Kepala Bidang Penerangan Islam Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Jatim, menyoroti peran penting Kemenag dalam memvalidasi data wakaf. Kemenag bertugas memastikan keabsahan dokumen ikrar wakaf dan data Nazhir (pengelola wakaf) sebelum proses masuk ke BPN.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh Kankemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk aktif berkoordinasi dengan BPN setempat dan lembaga wakaf NU serta Muhammadiyah. Sinkronisasi data antara KUA dan Kantor Pertanahan adalah kunci utama keberhasilan percepatan ini,” jelas Kabid Penaizawa Kemenag.
🌐 Dukungan Penuh Ormas Islam
Para perwakilan dari Ormas Islam menyambut baik inisiatif sinergi ini. Pimpinan Lembaga Wakaf dan Pertanahan dari NU dan Muhammadiyah berkomitmen untuk menggerakkan Satuan Tugas (Satgas) di tingkat cabang dan ranting guna membantu pengumpulan data dan pengurusan berkas di lapangan.
“Kami siap menjadi jembatan antara masyarakat, Nazhir, dan BPN. Dengan adanya dukungan dan arahan dari Kanwil BPN dan Kemenag, kami optimis target penyelesaian sertipikasi tanah wakaf di Jawa Timur dapat tercapai lebih cepat,” ujar perwakilan Ormas Islam.
Rapat koordinasi virtual ini ditutup dengan kesepakatan untuk membentuk Tim Kerja Bersama yang akan melakukan pemetaan dan identifikasi titik-titik lokasi tanah wakaf yang menjadi prioritas utama sertipikasi di setiap kabupaten/kota.