Oleh; Muhammad Itsbat (Penyuluh Agama Islam Kec. Palengaan Pamekasan)
Di tengah kondisi bangsa kita saat ini, kita semua menyaksikan berbagai demo yang marak terjadi, bahkan sampai berujung pada pembakaran kantor DPR, penjarahan, dan bentrokan yang memakan korban. Hati kita turut pilu ketika mendengar kabar ada korban jiwa dan luka, termasuk saudara kita dari kalangan ojek online yang tertabrak aparat. Semua ini meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi mereka yang terdampak, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai umat beragama, kita diajarkan bahwa kemarahan tidak boleh dilampiaskan dengan anarkis. Rasulullah SAW mengingatkan, “Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan amarahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Amarah yang tidak terkendali hanya melahirkan kerusakan, sedangkan kesabaran dan ketenangan justru melahirkan kebaikan dan solusi.
Indonesia adalah tanah air kita bersama, NKRI yang kita cintai. Apa pun masalahnya, mari kita hadapi dengan kepala dingin, dengan dialog, dengan musyawarah, bukan dengan kekerasan. Api tidak akan pernah padam dengan api, tetapi hanya dengan air kesejukan. Jika bangsa ini terus diliputi amarah dan anarkisme, maka yang rugi bukan hanya pemerintah, tetapi kita semua sebagai rakyat.
Kita harus mampu menahan diri, menjaga persatuan, dan mengutamakan akhlak mulia. Menegakkan aspirasi itu hak setiap warga negara, namun hendaknya dilakukan dengan damai, santun, dan bertanggung jawab. Jangan sampai kita terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.
Mari kita bersama-sama berdoa untuk para korban, semoga Allah memberikan kesembuhan bagi yang terluka, rahmat bagi yang wafat, serta ketabahan bagi keluarganya. Semoga aparat diberi kesabaran dan kebijaksanaan, serta rakyat diberi kekuatan untuk menyalurkan aspirasi dengan cara yang baik.
Hanya dengan kedamaian dan persatuan, Indonesia dapat melangkah maju. Jangan biarkan amarah merusak rumah besar kita, NKRI. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita doakan negeri ini agar tetap dalam lindungan Allah SWT, menuju bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
